Skip to content
Menu

Setiap Sabtu & Minggu | 20.00 WIB

Gao Qiu-liang sangat pandai membuat baju dan membuat kerajinan tangan dari manik-manik, tetapi keterampilannya itu tidak bisa dikembangkan karena suaminya, Jin-lai, selalu membatasinya dalam mengerjakan sesuatu. Jin-lai, meski tidak berpendidikan tinggi, tetapi sangat rajin bekerja dan bertanggung jawab terhadap keluarga. Namun, sifatnya sangat keras dan suka mengatur. Dia tidak suka Qiu-liang sering keluar rumah. Jin-lai mencari nafkah dengan berjualan makanan. Suatu kali ada pesaing yang juga berjualan makanan yang sama sehingga Jin-lai mulai kehilangan pembeli. Mengetahui hal ini, Qiu-liang menyarankan Jin-lai untuk menjadi pengantar barang. Jin-lai yang tidak mengenal huruf merasa Qiu-liang sedang menghinanya maka dia pun menolak saran itu karena untuk menjadi pengantar barang, dia harus memiliki SIM. Namun, karena memikirkan masa depan dan melihat ketulusan istrinya, Jin-lai pun ikut ujian. Akhirnya dia lulus ujian dan mendapatkan SIM sehingga bisa menjadi pengantar barang.

Setelah anak-anak sudah besar, ekonomi keluarga juga sudah lebih baik. Suatu hari, anak pertama mereka, Ren-yi, meninggal karena epilepsinya kambuh. Hal ini memberikan pukulan yang sangat besar bagi keluarga. Selama ini suaminya adalah figur yang sangat kuat, tetapi untuk pertama kalinya Qiu-liang melihat suaminya menangis. Qiu-liang hanya bisa memendam semua kesedihan. Dua belas tahun pun berlalu, di rumah hanya ada Qiu-liang dan Jin-lai.  Dari awal Qiu-liang sudah mengenal Tzu Chi sehingga dia pun mulai aktif melakukan daur ulang. Di posko daur ulang, dia melihat banyak relawan yang sudah berumur, tetapi masih memiliki semangat. Qiu-liang pun menemukan tempat untuk dia bisa bersumbangsih.

Jin-lai diketahui terkena Alzheimer. Hal ini tentu sangat berat bagi Qiu-liang. Namun, dia menerima nasibnya dengan tabah dan tetap menjaga suaminya dengan sepenuh hati. Karena Master pernah berkata “Kehidupan adalah naskah yang kita tulis sendiri”. Dia tidak lagi mempertanyakan mengapa ujian ini datang atau mengapa hal ini terjadi padanya. Namun, sekarang dia hanya ingin menghargai saat ini, menganggap hari ini sebagai hari terakhir, dan melakukan hal yang dia inginkan.

JAKARTA

Tzu Chi Center Tower 2
Jl. Boulevard Pantai Indah Kapuk
Jakarta Utara 14470, Indonesia
T: 021-5055 8889
E: info@daaitv.co.id

MEDAN

Jl. Perintis Kemerdekaan
Komplek Jati Junction Blok P1
Medan, Sumatera Utara
T : 061-8050 1846
E: infomedan@daaitv.co.id

FOLLOW US
DAAI TV DAPAT DISAKSIKAN MELALUI KANAL :
4
1
2
3